Berikut adalah ulasan dari saya (Al Rasyid,ST) Tentang Google Display Network di Indonesia, Periklanan Google Adwords, pentingnya Publisher AdSense, dan faktor rivalitas Advertising Facebook per 15 Mei 2012.
Platform Google AdWords
Platform Google AdWords dibagi menjadi 2, yakni :
1. Google Search
Iklan AdWords muncul di mesin pencari Google.
2. Google Display Network
Iklan AdWords muncul pada blog dan website masuk dalam jaringan Google Display Network. Yaitu blog dan website yang memasang Google AdSense.
Kata kunci baru adalah Investasi bagi Publisher AdSense
Di Indonesia kata kunci / keyword baru adalah investasi bagi Publisher Adsense. Mengincar kata kunci perdagangan yang menurut pengusaha / masyarakat umum baik (jangan hanya berpatokan pada Google Keyword External Tool), akan menjadi investasi masa depan yang baik.
Di AdWords sendiri ada ribuan kata kunci tentang perdagangan yang belum terdeteksi secara optimal. Jika penetapan kata kunci yang berharga oleh Google didasari oleh arus pencarian di mesin pencari, maka kekompakan Publisher Adsense untuk mempublikasi data dan artikel serta mengincar kata kunci perdagangan tertentu secara serentak, akan berpengaruh pada prosentase Clicks terhadap Impression oleh para pengiklan AdWords, dan lama lama akan berpengaruh pada Biaya Per Klik (BPK) lokal untuk kata kunci tersebut. Jika iklan Biaya Per Klik (BPK) naik, maka Publisher AdSense untuk bahasa Indonesia penghasilannya pasti ikut naik.
Fakta tentang Iklan AdWords di Display Network per 15 Mei 2012
Ini merupakan hipotesis atas apa yang saya rasakan dari beberapa percobaan yang menghasilkan sedikit tambahan pengalaman. Hipotesis tersebut adalah sebagai berikut : Para pengiklan AdWords di Indonesia (per 15 Mei 2012) lebih cenderung memilih dan berkeyakinan bahwa menempatkan iklan hanya di Google Search / mesin pencari Google yang dirasa lebih menguntungkan daripada di Google Display Network. Dengan alasan karena prosentase Clicks terhadap Impressionnya lebih baik. Minim-nya Clicks di Google Display Network, akan membuat landing page atau halaman landas yang diiklankan di Google AdWords akan terasa kurang berguna dan kurang menguntungkan bagi pengiklan AdWords. Dalam lingkup Google Display Network ini sebenarnya pengiklan AdWords tidak terlalu mempermasalahkan berapa Biaya Per Klik (BPK) yang harus dikeluarkan, karena jika iklan AdWords ditemukan pengunjung potensial dan terjadi transaksi maka biaya yang dikeluarkan atas iklan akan tertutup dengan sendirinya.
Kelemahan sistem Google di Indonesia per 15 Mei 2012
Hanya sekedar menuliskan saja mengenai kelemahan Google di Indonesia dalam permasalahan “Minim-nya Clicks di Google Display Network” ini menurut saya adalah karena Google kurang menghargai blog dan website yang berperingkat tinggi dalam perolehan bagi hasil dari iklan AdWords. Publisher Adsense adalah seorang yang dibayar berdasarkan kualitas dan kuantitas iklan Google yang diklik, dan belum dihargai dari pemeringkat Google. JIKA seandainya blog dan website ber-AdSense yang ter-SEO atau halamannya berperingkat 10 besar memiliki bagi hasil yang lebih tinggi daripada peringkat peringkat setelahnya (kemudian mereduksi hingga peringkat ke 30) lebih dihargai dengan sistem bagi hasil iklan AdWords yang sesuai maka mungkin hal hal yang menjadi kelemahan ini dapat sedikit tertutupi. Karena proses SEO di mesin pencari Google dari setiap halaman blog dan website yang dilakukan publisher AdSense tidaklah menjadi hal yang sia sia.
Publisher Adsense di Indonesia rata rata berkarakter bagai seorang pelaut. Pelaut adalah seseorang yang tahu dimana arah yang akan dituju sekalipun berada di samudra yang sangat luas. Namun karena pelaut juga manusia, maka pelaut tetap butuh bekal hidup dan makan. Jika bekal hidup dan makan tidak dipenuhi secara sesuai maka secara manusiawi mereka akan membelot.
Kenyataan saat ini, bahwa banyak publisher AdSense Indonesia yang telah dikecewakan Google, mereka lebih gemar men-SEO-kan halaman website mereka untuk dijual kepada pihak tertentu daripada memasang iklan Google di halaman blog dan website mereka. Karena harga jual kepada pihak tertentu untuk halaman SEO berperingkat tinggi secara perhitungan lebih menguntungkan daripada diberikan iklan Google.
Kelemahan Google disini adalah mesin pencari Google mengijinkan peringkat tinggi untuk sebuah halaman untuk memberikan celah persaingan pada Platform Google Adwords di Google Search / mesin pencari Google, secara khusus memberikan celah rival non pengiklan AdWords untuk bersaing dengan pengiklan AdWords. Jika pengiklan Google AdWords menghitung anggaran secara detail dan menemukan sebuah kerugian atas biaya iklan yang dikeluarkan maka saya yakin mereka para pengiklan AdWords tidak akan kembali mengisi kekosongan saldo untuk melanjutkan iklan AdWords-nya setelah percobaan iklan AdWords pertamanya tidak berhasil.
Faktor Persaingan Google AdWords dengan Advertising Facebook
Faktor Persaingan Google AdWords dengan Advertising Facebook secara global jika apa yang terjadi di Indonesia ternyata dirasa sama dengan di berbagai belahan bumi lain. Skema pemikiran yang mungkin perihal kekecewaan para pengiklan Google AdWords secara global adalah kemungkinan pindahnya anggaran iklan yang tadinya untuk Google AdWords kemudian berubah haluan menjadi beriklan di Advertising Facebook. Jika dalam beberapa tahun terakhir penghasilan Facebook mengalami peningkatan yang cukup pesat, bisa saja itu mungkin seharusnya pendapatan Google, jika Facebook tidak pernah ada.
Sekian ulasan dari Saya. Terima kasih telah menyimak ini. Mohon maaf jika ada kekurangan dan salah kata. Salam sukses untuk Anda semua.
Google Plus Al Rasyid, ST : http://gplus.to/alrasyid




